Pages

Wednesday, 6 November 2013

LINGUISTICS MID-TEST



A.      Animal and human language
1.       Displacement: property of human language.
2.       Arbitrariness: aspect of relationship between linguistics sign and objects in the world.
3.       Productivity: expression that manipulating the linguistics
4.       Cultural transmission: process that a language is passed on from one generation.
5.       Duality: organize of human language at two level or layers simultaneously.
B.      Phonetics
1.       Phonetics: general study of the characteristics of speech sounds.
2.       Place of articulation

No.
Kind
Explanation
Symbols
Example
1
Bilabial
The lips are brought together
p, b, m, w
Pay, bay, may
2
Labiodental
The lower lip is raised toward the upper front teeth
f, v
Safe, save
3
Dental
Touching the upper front teeth with the tip of the tongue
Θ, δ
Clothe, the, this, than
4
Alveolar
Raising the tip of the tongue towards the alveolar ridge
t, d, s, z, n, l
Do, zoo, look
5
Palatoalveolar
Raising the blade of the tongue toward the part of palate
ʃ, ʒ, ʤ, ʧ, r
Pressure, batch
6
Palatal
Produced with the tongue and the palate
j
Yes, yellow
7
Velar
Raising the back of the tongue toward the soft palate
k, ŋ, g
Bag, bang
8
Glottar
Produced without the active place of articulation
h
high
3.       Manner of articulation
a.       Stop: sounds in which there is a complete closure in the mouth, so that the air is blocked for a fraction of a second and then released with a small burst of sound
b.      Fricatives: have a closure which is not quite complete.
c.       Affricatives: are a combination of a stop and a fricative
d.      Nasals: like stop, except that there is a completeclosure in the mouth
e.      Liquids: are sounds where the air escapes around the sides of the tongue
f.        Glides: are sounds where the tongue only approaches the roof of the mouth, so that there is not enough obstruction to create any friction
4.       Vowels: while the consonant sound are mostly articulated via obstruction in the vocal track.
5.       Diphthongs: combination of two vowel sound.
6.       Voiceless: the vocal cord are spread apart.
7.       Voiced: the vocal cord are drawn together.




C.      Phonology
1.       Phonology: sistem of speech sound.
2.       Phonemes: the smallest distinguishing sound in the language. Seen between / /, are the individual sounds and are abstract mental units. They are not physical sounds.
3.       Phones: a phonetic segment represented by [ ]. Phones are phonetic symbols or the realization of phonemes. One phoneme may be realized as more than one phone/phonetic segment.
4.       Allophones: one of a set of multiple possible spoken sounds used to pronounce a single phoneme.
5.       Syllables: is a unit of organization for a sequence of speech sounds. For example, the word water is composed of two syllables: wa and ter.
6.       Minimal pairs: two word that different but have similar sound. Ex: [bit] ("beat") /i/, [bɪt] ("bit") /ɪ/, [bet] ("bait") /e/
7.       Minimal set: whe a group that different and changing
8.       Assimilation: is a common phonological process by which one sound becomes more like a nearby sound.
D.      Morphology
1.       Morphology: is a part of linguistic which identify language as grammatical units.
2.       Morpheme: smallest unit that carries information about meaning or function. Such us: (-er) is like writer, runner, reader or (re-/) is like reconsider, relive, recharge. (imbuhan)
a.       Morpheme level of analysis:
1)      Simple/monomorphemic words : no further subdivision
2)      Complex/polymorphemic words : 2 or more morphemes
a)      Free morphemes (a morpheme can stand by themselves as single word). Ex: open and tour.
b)      Bound morphemes ( a morpheme cann’t stand alone must be attached to another element; -s, -er, -ed as affixes in word form). Ex: undressed, carelessness
b.      Branch of free in morpheme
1)      Lexical morphemes: is the word categories which are treated as an ‘open’ class of word in setting of ordinary nouns, adjectives, and verbs.
Ex: house, tiger, sad, long, yellow, open, etc.
2)      Functional morphemes: is the word categories which are treated as a ‘closed’ class of word in setting of conjunctions, prepositions, articles, and pronouns.
Ex: and, but, when, because, on, near, etc.
c.       Branch of bound in morpheme
1)      Derivational morpheme: use prefixes (re-, pre-, mis-, co-, etc.) and suffixes (-full, -ness, -less, -ly, etc.) that is combined in a word,  change the meaning of word and make new word different grammatical category from the stem.
Ex: (careful, careless, review, reset, etc)
2)      Inflectional morpheme: is not use to produce new words, but to indicated the grammatical function. (noun, past-form, possesive, comparative)
Ex: Jim’s two sisters are really different. (noun)
3.       Allowmorph: variation of realization of morpheme


Plurality
Book= s =Books
Box= es =Boxes
Child= ren =Children
Sheep= ø =Sheep
Mouse= (supplation) =Mice
Ox= en =Oxen
 
 

Saturday, 2 November 2013

RANGKUMAN MATERI ULUMUL QUR'AN SMT. 3


 
A.      SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN PADA MASA NABI
1.       Al-Qur’an Secara Bahasa:
a.       Salim Muhsin, (t.th:4), al-Qur’an isim masdar yang sepadan dengan qiraat.
b.      Menurut Ahmad Bin Faris bin Zakariya (1967:78) kata tersebut memiliki arti pengumpulan dan penghimpunan
c.       Dari ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan, Al-Qur’an secara bahasa dapat berarti himpunan, kumpulan, dan bacaan
2.       Al-QUR’AN  Menurut Istilah
a.       Menurut Shubhi as-Shalih (1977:21); Al-Qur’an adalah kalamullah yang berupa mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tertulis dalam mushhaf, dinukilkan secara mutawatir dan merupakan ibadah bagi yang membacanya
b.      Muhammad Salim Muhsin (t.th:5); Al-Qur’an kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tertulis di dalam mushhaf, dinukilkan kepada kita dengan mutawatir, ibadah bagi orang yang membacanya dan di akhiri dengan surat yang terpendek.
c.       Dari keempat pengertian diatas, dapat disimpulkan al-Qur’an adalah; 1) kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, 2) Mukjizat Bagi Nabi Muhammad, 3) Dinukilkan secara Mutawatir, 4) membacanya bernilai ibadah, 4) tertulis dalam mushhaf, diawali alfatihah dan diakhiri surat an-Nas.
3.       NAMA-NAMA AL-QUR’AN
a.       Dasar disebut al-Qur’an dalam QS. Al-Isra’ 17: 9.
b.      Al-Kitab, disebut dalam QS. Al-Baqarah 2:2
c.       Al-Furqan; pembeda antara yang hak dan yang batil, disebut dalam QS. Al-Furqon 25:1
d.      Al-Dzikir; peringatan bagi manusia yang lupa dan lali, disebut dalam QS. Al-Hijr 15:9
e.      Tanzil; diturunkan yang tertuang dalam QS. Al-Syu’ara’ 26:192-193
4.       Tujan Al-Qur’an diturunkan: menjadi petunjuk dan pembimbing bagi umat manusia ke jalan yang benar, dan tidak tersesat ke jalan yang dibenci oleh Tuhan, sehingga dapat menjadikannya manusia-manusia yang bertakwa, dengan pencapaian yang berbentuk kebahagiaan dunia dan akherat.
5.       Fungsi Al-Qur’an:  1) Sumber Pokok Ajaran Islam. Seperti dalam QS. Al-Nisa’ 4:105, 2) Peringatan dan pelajaran bagi Manusia. Sebagaimana tertuang dalam QS. Yunus 10:2.
6.       Cara turunnya Al-Qur’an
a.       Tanpa melalui perantara; 1) ditemui secara langsung, 2) mimpi yang benar (dapat dipercaya), 3) dari balik tabir.
b.      Dengan perantara malaikat Jibril; 1) terdengar suara gemuruh, seperti suara lebah, gemerincing lonceng dengan suara yang amat kuat. 2) Jibril menjelma menjadi bentuk manusia.
7.       Hikmah Turunnnya Al- Qur an secara berangsur angsur
a.       Meneguhkan hati nabi Muhammad saw dalam menghadapi celaan dari orang orang musrik.
b.      Meringankan nabi dalam menerima wahyu
c.       Mempermudah dalam menghapal al qur an dan memberi pemahaman bagi kaum muslimin
Al-QUR’ANÆLAUHUL  MAHFUDZÆBAITUL IZZAH/SAMAID DUNYAÆNABI MUHAMMAD
8.       Isi Al-Qur’an: 1) Akidah, 2) akhlak, 3) Hukum, 4) kisah, 5) ibadah dan muamalah, 6) Dasar -dasar Sains (ilmu pengetahuan)


9.       PENULISAN Al-QUR’AN
a.       Nabi Muhammad:  1). Kekhawatiran Nabi akan tercampurnya Al-Qur’an dengan Hadis Nabi, 2). Mem-back-up hafalan Nabi dan para Sahabatnya, 3). Mempresentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna.
b.      Abu Bakar & Umar Bin Khottob: 1). Khawatir akan sirnanya al-Qur’an dengan banyaknya para huffadz yang meninggal dalam perang yamamah. 2) Mengumpulkan al-Qur’an yang terpisah-pisah (pelepah kurma, kulit, tulang, dll) menjadi satu kumpulan (mushhaf).
c.       Usman Bin Affan: 1). Banyak terjadi perselisihan dalam membaca al-Qur’an (qira’at), 2). Menyederhanakan tulisan menjadi Satu huruf dari beberapa huruf yang dengan huruf tsb turun, yg kemudian dinamai (rasm usmani)
d.      Setelah Masa Khalifah: Penyempurnaan al-Qur’an terjadi pada masa khalifah Abdul Malik 685-705; 1) kesulitan orang non arab dalam membaca al-Qur’an krn belum memiliki harakat dan tanda titik, dengan tokohnya Ubaidillah bin Ziyad dan al-Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi
10.   Ulumul Qur’an: Sesuatu ilmu yang mencakupi pelbagai kajian yang berhubungkait dengan kajian-kajian Al-Quran seperti perbahasan tentang Asbab an-Nuzul, Jam’ul Quran, Makkiyah dan Madaniyah, Nasikh dan Mansukh, Muhkam dan Mutasyabihat dan lain-lain lagi.
B.      ASBABUN NUZUL dan MAKKI-MADANI
1.       Asbabun Nuzul
a.       Asbabun nuzul,  dalam pengertian literal bahasa verbal adalah sebab-sebab turunnya al-Qur’an.
b.      Menurut Dr. Shubhi as-Shalih, Suatu peristiwa atau pertanyaan yang melatar belakangi turunnya suatu ayat yang mengandung informasi mengenai peristiwa atau memberikan jawaban terhadap pertanyaan, atau menjelaskan hukum yang terkandung dalam peristiwa.
2.       Klasifikasi ayat yang menggunakan maupun yang tidak menggunakan Asbab Nuzul
a.       Penurunan al-Qur’an tanpa sebab: 1. Sebagai panduan ke jalan yang benar.; 2. Menceritakan tentang umat dahulu. Cth:-
b.      Penurunan ayat dengan sebab:  1. Untuk menjelaskan sesuatu hukum dan membetulkan kesilapan.; 2. Menjawab pertanyaan yang diajukan kepada baginda saw.; 3. Apabila Nabi saw ditanya tentang sesuatu hukum.; 4. Apabila berlaku sesutu peristiwa. Cth:-
3.       Contoh sebab turun ayat karena peristiwa dan pertanyaan:
a.       Adanya peristiwa yang terjadi, Contohnya: riwayat yang ditemukan oleh Al-Tsa’labi dan Ibn Abbas mengatakan, bahwa kaum Nasrani, Najran, dan kaum Yahudi Madinah mengharap agar Nabi sholat menghadap kiblat mereka.
b.      Adanya pertanyaan. contoh diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Ibn Mas’ud bahwa Nabi SAW. pada suatu hari berjalan dengan bertongkat disertai Ibn Mas’ud,  lewat di depan segolongan kaum Yahudi. Salah seorang diantara mereka bertanya tantang ruh dan Nabi yang berdiri sesaat, dengan mengangkat kepalanya ke langit, terlihat sedang menerima wahyu.
4.       Faedah Mempelajari Asbabun Nuzul: 1. Mengetahui segi hikmah yang mendorong dilaksanakannya suatu hukum.; 2. Menentukan hukum dengan sebab menurut orang yang berpendapat bahwa ibarat itu dinyatakan berdasarkan sebab khusus.; 3. Menghindarkan prasangka yang menyatakan arti hashr dalam suatu ayat yang dhahirnya hashr.
5.       Pengertian Makki, Madani berdasarkan waktu turun.
a.       Makki: kelompok ayat yang turun sebelum hijrah, meskipun tidak di Makkah.
b.      Madani: kelompok ayat yang turun sesudah hijrah meskipun tidak di Madinah
6.       Pengertian Makki, Madani berdasarkan sudut pandang: kelompok ayat yang diturunkan di Makkah, Madinah, dan sekitarnya
7.       Pengertian Makki, Madani berdasarkan sasaran turun: keompok ayat yang seruannya ditujukan kepada penduduk Mekkah dan Madinah.

8.       Ciri-ciri Makki dari tema.
a.       Setiap surah di dalamnya mengandung “sajdah”.
b.      Setiap surah mengandung lafadz “Kalla”.
c.       Setiap surah mengandung kisah para Nabi, Adam, umat terdahulu, dan iblis.
d.      Setiap surah dibuka dengan huruf “al-Tahajji”, kecuali al-bbaqarah dan al-Imran.
9.       Ciri-ciri Madani dari tema
a.       Setiap surah memiliki izin berjihad.
b.      Setiap surah mempunyai rincian yang jelas mengenai hukum pidana.
c.       Setiap surah menyebutkan tentang hal-hal munafik.
d.      Setiap surah yang di dalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab.
10.   Faedah mempelajari Makki-Madani
a.       Dapat membedakan ayat yang mansukh dan nasikh.
b.      Dapat mengetahui sejarah hidup nabi.
c.       Meningkatkan keyakinan atas kebesaran dan keaslian Qur’an.
d.      Mengetahui fase dakwah islamiyah.
C.      MUNASABAH AL-QUR’AN
1.       Pegertian ayat
a.       Secara Isitilah (terminologi): Suatu Kumpulan kata yang mempunyai awal dan akhir , yang termasuk di dalam suatu surat dari al-Qur’an.
b.      Secara Bahasa (etimologi): 1) Tanda; 2) Mukjizat; 3) Pelajaran (peringatan), 4) Bukti (dalil); 6) Kelompok (kumpulan).
2.       Pengertian surat: Sekelompok (sekumpulan) ayat al-Qur’an yang berdiri sendiri, yang mempunyai permulaan dan penghabisan.
3.       Proses tertib ayat-ayat dalam al-Qur’an.
Telah menjadi kesepakatan di kalangan umat Islam, bahwa urutan (susunan/tertib) ayat-ayat al-Qur’an adalah bersifat taufiqi yaitu; atas petunjuk Nabi yang ia terima dari Allah lewat malaikat Jibril.
a.       Setiap malaikat Jibril turun membawa ayat-ayat al-Qur’an kepada Nabi, ia menunjukkan kepada Nabi tempat ayat-ayat yang baru diterima itu kepada para sahabatnya dan menyuruh para penulis wahyu untuk menuliskan dan meletakkannya di dalam surat yang telah ditunjukkan, dan nabi membacakannya berulang-ulang.
b.      Setiap tahun Jibril turun untuk mengecek urutan (tertib) ayat-ayat, bahkan pada tahun terakhir Nabi wafat Malaikat Jibril turun dua kali untuk mengecek urutan (tertib) ayat-ayat.
4.       Contoh munasabah antar surat dengan surat sebelumya
Q. S. Al-Qurais
Q. S. Al-Maun
Allah membebaskan manusia dari kelaparan
Allah mencela orang yang tidak menyukai anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin
Allah memerintahkan agar manusia menyembahnya
Allah mencela orang yang lalai shalat dan berbuat riya’

5.       Contoh munasabah antar awal dan akhir surat: Qs. Al-Mukminun ayat 1 dgn ayat 117 (jumlah ayat 118); Munasabah ayat awal menjelaskan bahwa orang-orang mukmin itu bertentangan dengan orang-orang kafir , orang mukmin itu beruntung dan orang kafir tidak mendapat keberuntungan tersebut.